Minggu, 01 Juli 2012

Contoh Proposal Skripsi, Penelitian, Usaha, dan Bisnis

Dalam membuat proposal, ada sistematika umum yang lazim di gunakan sebagai format penyusunan proposal yang baik. Bagian-bagiannya diantaranya sebagai berikut : * pendahuluan * latar belakang * masalah * tujuan * sasaran * pelaksanaan * jadwal pelaksanaan * anggaran dana * penutup Namun format tersebut tidak mengikat dan dapat diubah tergantung pada jenis dan tujuan pembuatan proposal tersebut, berikut ini saya berikan link beberapa contoh proposal yang umum digunakan: 1. Proposal Skripsi :http://www.ziddu.com/download/17462206/Contoh_Proposal_Skripsi.doc.html 2. Proposal Penelitian: http://www.ziddu.com/download/17462208/Contoh_Proposal_Penelitian.pdf.html 3. Proposal Usaha:http://www.ziddu.com/download/17462211/contoh_proposal_usaha.pdf.html 4. Poposal Bisnis : http://www.ziddu.com/download/17462207/contoh-proposal-business-plan.doc.html sumber:http://beritaterbaru22.blogspot.com/2012/06/contoh-proposal.html

Jenis- Jenis Sepeda Gunung

Maraknya isu global warming yang banyak di serukan oleh negara di dunia dan LSM yang peduli lingkungan membuat gaya hidup hijau atau green life style mulai di gemari oleh banyak masyarakat di dunia salah satunya adalah bersepeda karena selain ramah lingkungan bersepeda juga dapat menyehatkan tubuh, oleh karena itu marilah kita mengenal beberapa jenis sepeda gunung yang merupakan salah satu jenis sepeda yang paling banyak dipakai oleh masyarakat, berikut beberapa jenis sepeda gunung berikut fungsinya: Mengenal Tipe-Tipe Sepeda Gunung Pada dasarnya terdapat lima jenis sepeda gunung atau MTB: cross country, trail, downhill, freeride dan dirt jump. Tiap jenis dirancang untuk medan yang berbeda. Tiap-tiap jenis sepeda memiliki manfaat dan kerugiannya masing-masing. Saat memilih sepeda gunung (MTB), ketahui dimana Anda akan mengendarainya dan jenis rintangan apa yang akan Anda hadapi. 1. Cross country Sepeda ini juga dikenal dengan sebutan XC. Sepeda ini dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minim hingga menengah. Sepeda ini dibagi menjadi dua yakni, hardtail mountain bike yang suspensinya hanya berada di depan dan full-suspension mountain bike (fulsus) yang meiliki dua suspensi, depan dan belakang. Menggunakan hardtail mountain bike, Anda bisa memiliki teknik mengayuh yang baik tanpa perasaan seperti memental. Sepeda ini jauh lebih awet dibanding full-suspension mountain bike dan tak terlalu menuntut perawatan. Pada full-suspension mountain bike, suspensi depan dan belakang terintegrasi pada rangka sepeda. Sepeda ini jauh lebih nyaman dikendarai dibanding hardtail mountain bike. Di beberapa sepeda, suspensi belakangnya (dan juga depan) bisa dimatikan atau tidak berfungsi. 2. Trail Sepeda ini pada dasarnya merupakan modifikasi cross country namun menggunakan sistem suspensi yang lebih halus untuk mengatasi rintangan yang lebih sulit dan lebih teknis. Kekurangannya, kayuhan sepeda ini butuh sedikit usaha yang lebih dari pengendaranya akibat meningkatnya suspensi. Tapi saat ini sudah ada teknologi suspensi belakang dan depan yang bisa dimatikan jika tak dibutuhkan. 3. Downhill Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit. Sepeda ini dibuat seringan mungkin sehingga cocok untuk balapan turun. Karena sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit, hal ini membuat sepeda ini sulit menaiki bukit. 4. Freeride Sepeda ini mirip sepeda downhill namun dirancang agar lebih mudah untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan downhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja sebaik kedua sepeda tersebut jika Anda menginginkan fitur tertentu. 5. Dirt Jump (DJ) Sepeda ini digunakan untuk melompat, dikendarai di jalan dan balap slalom. Beberapa orang menganggap sepeda ini merupakan versi besar BMX yang memiliki suspensi depan. Sepeda ini dirancang agar kuat menahan beban saat melompat.

Senin, 30 April 2012

METODE ILMIAH

METODE ILMIAH Karakteristik Metode Ilmiah diantaranya : 1. Karya Ilmiah Harus Berdasarkan Fakta Ya. menulis karya ilmiah harus berdasarkan fakta, bukan hasil imajinasi atau semacammnya . dan fakta” itu berupa data empiris yang harus dapat diukur dan dianalisis lebih lanjud . 2. Karya Ilmiah Harus Berdasarkan Pertimbangan Objektif pertimbangan objektif didasarkan pada pertimbangan apa adanya bukan bsifat subyektif, bebas dari prasangka dan kira”. 3. Karya Ilmiah Harus Menggunakan Asas Analisis Maksudnya, karya ilmiah itu harus dapat dianalisis (diuraikan, dibandingkan, diinterpretasikan). yang artinya karya ilmiah harus dapat menggambarkan karakteristik , fungsi dan kaitan pmasalahan satu dg lainnya. 4. Karya Ilmiah Harus Bersifat Kuantitatif – Kualitatif Pendekatan ilmiah beda dengan pendekatan alamiah. kalo pendekatan ilmiah itu sifatnya kuantitatif tapi kalo pendekatan alamiah itu sifatnya kualitatif. 5. Karya Ilmiah Menggunakan Logika Deduktif – Hipotetik Logika deduktif adalah penalaran yg bertitik tolak dan hal-hal yg sifatnya umum yg sudah memiliki kebenaran yg pasti baik dr hasil penelitian para pakar ato dr yg lainnya. Kebenaran hipotesis harus dibuktikan secara empiris melalui penelitian lapangan maka disebut bahwa karya ilmiah tersebut sesuai logika deduktif-hipotetik 6. Karya Ilmiah Harus Menggunakan Logika Induktif Generalisasi Kebenaran hipotesis bersifat rasional, oleh karenanya bersifat sementara . Untuk memperoleh kebenaran ilmiah masih harus dibuktikan dengan data empiris hasil penelitian . ksimpulan dr data empiris bsifat generalisasi. sdangkan kesesuaian data empiris dengan pemikiran rasional hipotesis disebut asas korespondensi. kesimpulan yg bersifat generalisasi dr data empiris disebut logika induktif yg kebenrannya bersifat probabilistik. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut: 1. Perumusan masalah Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah. Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaiannya atau pemecahannya. Masalah penelitian dapat di ambil dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar kita, baik benda mati maupun makhluk hidup. Misalnya, saat kamu berada di pantai dan mengamati ombak di lautan. Pada saat itu di pikiranmu mungkin timbul pertanyaan, mengapa terjadi ombak? Atau, bagaimanakah cara terjadinya ombak? Untuk dapat merumuskan permasalahan dengan tepat, maka perlu melakukan identifikasi masalah.Agar permasalahan dapat diteliti dengan seksama, maka perlu dibatasi. Pembatasan diperlukan agar kita dapat fokus dalam menyelesaikan penelitian kita. Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam merumuskan masalah, antara lain sebagai berikut : a. Masalah hendaknya dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya. b. Rumusan masalah hendaknya singkat, padat, jelas dan mudah dipahami. Rumusan masalah yang terlalu panjang akan sulit dipahami dan akan menyimpang dari pokok permasalahan. c. Rumusan masalah hendaknya merupakan masalah yang kemungkinan dapat dicari cara pemecahannya. Permasalahan mengapa benda bergerak dapat dicari jawabannya dibandingkan permasalahn apakah dosa dapat diukur. 2. Perumusan hipotesis Ketika kita mengajukan atau merumuskan pertanyaan penelitian, maka sebenarnya pada saat itu jawabanya sudah ada dalam pikiran. Jawaban tersebut memang masih meragukan dan bersifat sementara, akan tetapi jawaban tersebut dapat digunakan untuk mengarahkan kita untuk mencari jawaban yang sebenarnya. Pernyataan yang dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian disebut sebagai hipotesis penelitian. Hipotesisi penelitian dapat juga dikatakan sebagai dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan kebenarannya. Oleh karena berupa dugaan maka hipotesis yang kita buat mungkin saja salah. Ileh karena itu, kita harus melakukan sebuah percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis yang sudah kita buat 3. Perancangan penelitian Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu harus dipersiapkan rancangan penelitiannya. Rancangan penelitian ini berisi tentang rencana atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah penelitian selesai. Metode penelitian, alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian juga harus disiapkan dalam rancangan penelitian. Penelitian yang kita lakukan dapat berupa penelitian deskriptif maupun penelitian eksperimental. Penelitian deskripsi merupakan penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta dan sifat-sipat objek yang diselidiki. Contoh dari penelitian deskriptif, misalnya penelitian untuk mengetahui populasi hewan komodo yang hidup di Pulau komodo pada tahun 2008. Adapun penelitian eksperimental merupakan penelitian yang menggunakan kelompok pembanding. Contoh penelitian eksperimental, misalnya penelitian tentang perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang terkena matahari dengan pertumbuhan tanaman di tempat yang gelap. Selain rancangan penelitian, terdapat beberapa faktor lain yang juga harus diperhatikan. Faktor pertama adalah variabel penelitian, sedangkan yang kedua adalah populasi dan sampel. Variabel merupakan faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Populasi merupakan kumpulan/himpunan dari semua objek yang akan diamati ketika melakukan penelitian, sedangkan sampel merupakan himpunan bagian dari populasi. Di dalam penelitian, variabel dapat dibedakan menjadi : a. Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja mengalami perlakuan atau sengaja diubah dan dapat menentukan variabel lainnya (variabel terikat) b. Variabel terikat yaitu variabel yang mengalami perubahan dengan pola teratur (dipengaruhi oleh variabel bebas) c. Variabel control yaitu variabel yang digunakan sebagai pembanding dan tidak mengalami perlakuan atau tidak diubah-ubah selama penelitian. 4. Pelaksanaan penelitian Langkah-langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut : a. Persiapan penelitian biasanya diwujudkan dalam pembuatan rancangan penelitian. Alat, bahan, tempat, waktu dan teknik pengumpulan data juga harus dipersiapkan dengan baik. b. Pelaksanaan 1. Pengumpulan/pengambilan data a) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat indra, seperti indra penglihatan (mata), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah), indra pendengaran (telinga), dan indra peraba (kulit). Contohnya adalah ketika kita melakukan pengamatan buah mangga maka data kualitatif yang dapat kita peroleh adalah mengenai rasa buah, warna kulit, dan daging buah, serta wangi atau aroma buah. b) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran sehingga akan diperoleh data berupa angka-angka. Contohnya adalah data mengnai berat buah mangga,ketebalan daging buah, diameter buah mangga. 2. Pengolahan data, setelah data-data yang kita perlukan berhasil dikumpulkan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan atau analisis data. Data yang kita peroleh dapat ditulis atau kita nyatakan dalam beberapa bentuk, seperti table, grafik dan diagram. 3. Menarik kesimpulan, setelah pengolahan data melalui analisis selesai dilakukan maka kita dapat mengetahui apakah hipotesis yang kita buat sesuai dengan hasil penelitian atau mungkin juga tidak sesuai. Selanjutnya kita dapat mengambil kesimpilan dari penelitian yang telah kita lakukan. Kesimpulan yang kita peroleh dari hasil penelitian dapat mendukung hipotesis yang kita buat, tetapi kesimpulan yang kita ambil harus dapat menjawab permasalahan yang melatarbelakangi penelitian. 5. Pelaporan penelitian Sistematika penyusunan laporan penelitian a. Pendahuluan, bagian pendahuluan merupakan bagian awal dari laporan hasil penelitian dan berisi tentang latar belakang dilaksanakannya penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan hipotesis b. Telaah kepustakaan/ kajian teori, bagian kajian teori merupakan bagian yang berisi tentang hasil telaah yang dilakukan oleh peneliti terhadap teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. c. Metode penelitian, berisi segala sesuatu yang dilakukan oleh peneliti mulai dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari sebuah penelitian. Bagian metode penelitian berisi tentang teknik pengambilan data, cara atau teknik pengolahan data, populasi dan sampel, alat, bahan, tempat dan waktu penelitian. d. Hasil dan pembahasan penelitian, berisi tentang data hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan selama penelitian. Data yang diperoleh disampaikan dalam bentuk grafik, tabel , atau diagram. e. Kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan yang dihasilkan merupakan jawaban terhadp hipotesis yang sudah diuji kebenarannya. Saran dari peneliti kepada pihak lain, yaitu pembaca dan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya. Daftar Pustaka http://ashblueblack.wordpress.com/2010/12/19/karakteristik-metode-ilmiah/ http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

DATA DAN VARIABEL

DATA DAN VARIABEL Definisi Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep. A. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya 1. Data Primer Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah. B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data 1. Data Internal Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb. 2. Data Eksternal Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya. C. Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya 1. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain. 2. Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain. D. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data 1. Data Diskrit Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya. 2. Data Kontinyu Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. E. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya 1. Data Cross Section Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya. 2. Data Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll. Pengertian Variabel Variabel adalah suatu sebutan yang dapat diberi nilai angka (kuantitatif) atau nilai mutu (kualitatif). Variabel merupakan pengelompokan secara logis dari dua atau lebih atribut dari objek yang diteliti. Atribut itu misalnya : Tidak sekolah, tidak tamat SD, tidak tamat SMP. Maka variabelnya adalah tingkat pendidikan dari objek penelitian itu. Variabel tingkat pendidikan merangkum semua atribut tadi. B. Macam-macam Variabel 1. Variabel Kuantitatif. a. Variabel diskrit ( nominal,kategorik) yaitu variabael 2 kutub berlawanan. Contoh: 1) Kehadiran : hadir, tidak hadir 2) Jenis kelamin : laki-laki, perempuan. b. Variabel kontinum 1) Variabel Ordinal : variabel tingkatan. Contoh: Satria terpandai, Raka pandai, Yudit tidak pandai. 2) Variabel Interval: variabel jarak. Contoh: jarak rumah Anto kesekolah 10 km, sedangkan Yuli 5 km maka vr intervalnya adalah 5 km. 3) Variabel Ratio: variabel perbandingan (sekian kali). Contoh: berat badan Heri 80 kg, sedangkan berat badan Upi 40 kg, maka berat badan Heri 2 kali lipat Upi. 2. Variabel Kualitatif adalah variabel yang menunjukkan suatu intensitas yang sulit diukur dengan angka. Contoh : kedisiplinan, kemakmuran dan kepandaian. 3. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor). Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). 4. Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen). Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas. Contoh: Pengaruh Iklan Terhadap Motivasi Pembelian. Iklan = Variabel Independen Motivasi Pembelian = Variabel Dependen. 5. Variabel Moderator. Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai variabel independen kedua. Contoh: Anak adalah variabel yang memperkuat hubungan suami isteri. Pihak ketiga adalah variabel yang memperlemah hubungan suami isteri. 6. Variabel Intervening (Antara). Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak dapat diamati atau diukur. Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independent) dengan Kepuasan Konsumen (Intervening) dan Loyalitas (Dependen). 7. Variabel Kontrol. Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Contoh: Apakah ada perbedaan antara tenaga penjual (sales force) yang lulus D3 dan S1 maka harus ditetapkan variable control berupa gaji yang sama, peralatan yang sama, iklim kerja yang sama, dan lain-lain. Tanpa adanya variabel kontrol maka sulit ditemukan apakah perbedaan penampilan karyawan karena faktor pendidikan. Daftar Pustaka http://flashnet.forumotion.com/t43-pengertian-data-dan-informasi http://rickypuspito.blogspot.com/2012/02/macam-macam-variabel-dalam-penelitian.html

Minggu, 11 Maret 2012

Penalaran

PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Jenis- jenis metode Penalaran:
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Jenis penalaran dengan metode induktif:
1.Generalisasi
2. Analogi
3. Sebab-akibat (kausalitas)
Contoh penalaran induktif:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
Jika dipanaskan, logam memuai.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung, yaitu:
1. Silogisme Kategorial
2. Silogisme Hipotesis
3. Silogisme Alternatif
4. Entimen.
Contoh penalaran deduktif:
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Danu adalah manusia (premis minor)
Danu pasti mati (kesimpulan).

Selasa, 03 Januari 2012

Tips Menghemat BBM

Meningkatnya harga bahan bakar minyak yang non subsidi membuat banyak orang berusaha untuk menghemat bahan bakar yang dikonsumsi oleh kendaraan. Apalagi timbul wacana bahwa pembatasan ataupun tidak bolehnya pemakaian bahan bakar minyak yang bersubsidi. oleh karena itu saya akan memberikan beberapa tips singkat tentang cara menghemat bahan bakar mulai dari teknis kendaraan kesayangan sampai cara mengemudi yang go green. Berikut beberapa tips nya.

1. Perawatan Rutin Mesin
Jika mesin mobil tidak sehat, tentunya akan membuat mesin mobil anda tidak bekerja secara prima. Hal ini dapat membuat tenaga yang dihasilkan oleh mesin mobil anda terasa berat untuk berakselerasi. Ujung-ujungnya akan memboroskan konsumsi bahan bakar minyak pada mobil anda.

2. Memakai Oli Jenis Sport
Pemakaian oli jenis sport pada mesin kendaraan anda mempunyai efek kepada mesin agar mesin bekerja lebih enteng. Efek dari kerja mesin enteng akan menambah tenaga mobil anda. Selanjutnya, efek dari kerja mesin lebih enteng akan membuat konsumsi bahan bakar minyak pada kendaraan anda lebih irit.

3. Knalpot Standar
Pergantian knalpot standar ke knalpot berjenis free flow akan mengakibatkan efek boros bahan bakar minyak, karena knalpot berjenis free flow tidak mempunyai sekat di dalam tabung itu sendiri. Sedangkan knalpot standar dari pabrikan mempunyai sekat yang memang sudah dihitung oleh pabrikan itu sendiri. Solusinya, gunakan knalpot yang biasa atau standar dari pabrikan. Ini dapat membuat mobil anda akan tetap irit.
Selain itu ada beberapa cara untuk menghemat bahan bakar pada mobil anda dengan cara mengemudi yang tepat. Berikut ini adalah tips nya.

4. Hindari Putaran Mesin Yang Tinggi
Pada saat berkendara, usahakan maksimal putaran mesin adalah 3000 RPM. Sebisa mungkin perpindahan perseneling tepat pada waktunya. Hal ini dapat membantu menghemat bahan bakar minyak pada kendaraan anda.

5. Jangan Menggunakan Air Conditioner Di Tingkat Tertinggi
Penggunaan Air Conditioner di tingkat tertinggi akan membuat pemborosan konsumsi bahan bakar minyak yang sangat boros, karena jika pada saat A/C di tingkat tertinggi akan membuat kompresor A/C hidup lebih lama dibandingkan di tingkat normal. Jika kompresor hidup lebih lama, otomatis mesin bekerja lebih berat.Jadi gunakan sebijak mungkin dalam pemakaian A/C.

6. Jangan Boros Listrik Pada Kendaraan
Boros listrik pada kendaraan bisa diartikan dengan penambahan audio system yang berlebihan. Bisa juga diartikan dengan mendengarkan lagu di tingkat volume maksimal, atau juga menyalakan layar pada head unit yang mempunyai LCD tanpa ditonton. Intinya gunakan seperlunya saja.

7. Perhatikan Tekanan Angin Pada Ban
Jika tekanan ban pada kendaraan mengalami kurang angin, akan membuat traksi ban pada aspal meningkat. Tetapi ada efek sampingnya juga yaitu mesin akan bekerja lebih berat, dan berefek konsumsi bahan bakar minyak menjadi lebih boros. Usahakan periksa tekanan angin ban agar tetap normal. Gunakan juga ukuran ban yang ditetapkan dari pabrikan.

8. Akselerasi dan deselerasi adalah hal yg paling dominan dalam menghemat BBM. Upayakan tidak melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak. Injak pedal gas dgn perlahan, jgn menghentak. Demikian pula saat melepas pedal gas.

9. Untuk berkendara jarak jauh, upayakan pada kecepatan jelajah secara konstan. Masing- masing mobil memiliki kecepatan jelajah (cruising speed) sendiri tergantung dari tenaga mesin dan ratio giginya. Pada bbrp mobil mewah tersedia indikator konsumsi BBM shg dgn mudah kita bisa tahu pada RPM dan kecepatan brp konsumsinya paling irit. Ada pula mobil yg dilengkapi tombol cruising speed. Tapi sebagai patokan kecepatan jelajah itu pada RPM 2500 - 3500 pada gigi tertinggi, dgn kecepatan sekitar 90 - 110 km/jam. Tanpa tachometer, kita masih bisa merasakan kecepatan jelajah kalau kita sdh mengenal karakter mobil kita. Pada gigi tertinggi dimana suara mesin paling "sunyi" tapi masih ada tenaga ketika pedal gas diinjak lbh dalam, itulah kecepatan jelajah.

10. Antisipasi kondisi lalu lintas di depan. Apabila ada hambatan (mis traffic light) di depan kita lbh baik kita mengurangi kecepatan secara gradual. disamping hemat BBM juga hemat sepatu rem. Ingat hukum kekekalan energi, sayang kan kalau energi mesin kita terlalu banyak dipakai untuk memanaskan piringan rem, alih untuk menghasilkan daya dorong buat mobil kita. Disamping itu menjalankan mobil dari posisi diam akan lbh boros BBM daripada dari posisi berjalan pelan (roda masih menggelinding).

11. Kenali jalan dan kondisi lalu lintas. Pada kondisi jalan di kota besar spt Jakarta dimana sering terjadi kemacetan, mengenal jalan Alternatif sudah merupakan suatu keharusan. Di samping hemat waktu juga hemat BBM. Ingat, kondisi "stop and go" sangat menguras konsumsi BBM. Lebih baik memutar 2-3 km lbh jauh tapi bebas macet daripada terjebak dlm antrian kendaran yg beringsut pelan. Mesin hidup dlm kondisi diam pun mengunakan BBM. Pada mobil biasa, 45 menit idle menghabiskan 1 liter BBM.

12. Jangan memanaskan mesin mobil terlalu lama di pagi hari, apalagi sambil menghentak pedal gas sampai mobil me-raung. Mobil sekarang sudah modern sistem pelumasannya, demikian pula teknologi minyak pelumas. Cukup panasi mesin mobil sekedarnya asal putaram mesin sdh stabil. Unt mobil bensin biasanya tdk sampai 5 detik putaran mesin juga sdh stabil. Setelah itu jalankan mobil dgn RPM rendah (1500-2000 RPM) pada gigi rendah selama kurang lebih 5 menit. Jadi sambil jalan sambil kita panaskan mesin. Baru setelah itu mobil bisa dikendarai dgn biasa pd kecepatan normal. Lumayan cara ini bisa menghemat 2-3 liter BBM per bulan, daripada manasin mesin sambil mobil diam. Dijamin tdk merusak mesin mobil krn saya sdh praktekan cara ini selama 20 thn tanpa pernah ada masalah mesin ancur.